Curhatan Orang Tua Siswa

ORANG TUA SISWA, DARING, SEKOLAH ONLINE, JPG

Sekolah di masa pandemi menimbulkan berbagai reaksi dari pihak orang tua. Bagaimana tidak, anaknya yang dibiayai sekolah tidak mendapatkan fasilitas kelas luring, laboratorium, esktrakulikuler sekolah dll. Disisi lain banyak orang tua yang mengeluhkan tentang sulitnya mendampingi anaknya dalam belajar.

Orang tua tidak sepandai anaknya dalam menggunakan teknologi yang berhubungan dengan internet. Kelihaian dibidang ini menjadi masalah jika disalahgunakan oleh sang anak untuk mengakali orang tuanya. Sebagai contoh, orang tua banyak yang tidak memahami tentang kebutuhan internet anaknya. Berapa yang harus mereka berikan untuk satu bulan mereka kadang tidak tahu.

Dengan alasan belajar online sang anak bisa saja meminta kuota internet semaunya sendiri tanpa pertanggungjawaban. Dengan kuata internet yang melimpah mereka bisa memakainya untuk nonton youtube yang menghambat proses belajarnya. Meskipun tidak semua konton youtube itu buruk, namun konten negatif di youtube sebetulnya cukup mendistrak fokus dalam belajar.

Dari problem pendidikan ini, kita semua pasti mengharap pandemi segera usai. Melaksanakan pembelajaran didalam kelas adalah hal yang paling ditunggu-tunggu semua orang. Namun terbesitlah sebuah pertanyaan, Bagaimana agar memaksimalkan proses pendidikan di masa seperti ini? Pendidikan bukan hanya transfer of knowledge. Karena jika hanya transfer of knowledge, saya yakin youtube, google, bahkan Tik Tok itu sangat mampu memberikan pengetahuan tanpa adanya guru.

Lantas apakah posisi seorang pendidik bisa digantikan oleh yang namanya konten kreator? Jika pendidikan hanya tentang transfer of knowledge, maka jawabannya adalah Ya, Bisa.. Bahkan konten kreator bisa memberikan penjelasan yang lebih detail di plantform gratis. Namun jika pendidikan diartikan sesuatu proses yang lebih kompleks, bukan hanya transfer of knownledge tapi juga menghadirkan pertemuan dalam dunia nyata yang memberikan efek psikologis, kepribadian, dsb. Maka konten kreator tidak bisa menggantikan guru.

Seorang guru yang memberikan contoh yang baik, bertindak dengan bijak, dan berkata dengan jujur dan bijaksana akan mempengaruhi kualitas dari siswa, khususnya  berdampak pada aspek kepribadian siswa tersebut. Tantangan yang dihadapai seorang guru di saat pandemi adalah bagaimana menghadirkan semua itu untuk men-treatment siswanya.



Kediri, 08 Agustus 2021

Fahmi Bastian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *